Konsultasi Ranjang

PERSETUBUHAN ADALAH TUJUAN PERNIKAHAN? – Konsultasi Kesehatan Seksual






Apakah Persetubuhan (Jima’) Adalah Tujuan Utama Pernikahan?

APAKAH PERSETUBUHAN (JIMA’) ADALAH TUJUAN UTAMA PERNIKAHAN?

Rubrik konsultasi problem asmara, rumah tangga, kesehatan fisik, dan mental ini diasuh oleh Kyai Pamungkas dan Aby Marnos dari Peguron Sapujagad. Topik kali ini membahas pertanyaan mendasar dalam rumah tangga: apakah hubungan suami istri (jima’) merupakan tujuan utama dalam pernikahan, atau hanya bagian kecil dari kehidupan berumah tangga.

PERTANYAAN

Apakah suami harus berjima’ dengan istrinya dan memuaskan hasrat biologisnya seperti yang ia inginkan, ataukah hal itu terserah kemauan suami saja? Apakah hubungan ini wajib dilakukan atau hanya sekadar pilihan dalam pernikahan?

JAWABAN

Alhamdulillaah wash shalaatu was salaamu ‘alaa Rasulillaah wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ba’du.

Pernikahan dalam Islam bukan hanya akad formal yang menghalalkan hubungan antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga memiliki tujuan besar, yaitu menjaga kehormatan, menenangkan jiwa, serta menyalurkan kebutuhan biologis secara halal.

Hubungan suami istri (jima’) bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari hak dan kewajiban yang melekat dalam pernikahan. Para ulama menjelaskan bahwa sebagaimana suami memiliki hak, maka istri pun memiliki hak yang sama untuk dipenuhi kebutuhannya.

Oleh karena itu, hubungan ini tidak boleh dipandang sebagai keinginan sepihak, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab bersama yang harus dijalankan dengan adil, penuh kasih, dan tanpa paksaan.

ANALISIS

Dalam praktik kehidupan rumah tangga, sering terjadi kesalahpahaman bahwa hubungan seksual hanyalah hak suami. Padahal dalam realitasnya, hubungan tersebut bersifat timbal balik dan menjadi salah satu fondasi keharmonisan pasangan.

Ketika salah satu pihak merasa diabaikan, dampaknya tidak hanya pada fisik, tetapi juga psikologis: muncul rasa tidak dihargai, jarak emosional, hingga konflik yang berkepanjangan.

Selain itu, menahan kebutuhan biologis dalam jangka panjang tanpa alasan yang jelas juga dapat memicu tekanan batin dan ketidakseimbangan dalam hubungan. Inilah sebabnya para ulama menekankan pentingnya pemenuhan hak ini secara proporsional.

SOLUSI

Bangun komunikasi terbuka antara suami dan istri mengenai kebutuhan biologis, tanpa rasa malu dan tanpa tekanan.

Pahami bahwa hubungan suami istri bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi juga sarana memperkuat ikatan emosional dan spiritual.

Jaga keseimbangan antara kebutuhan fisik, emosional, dan nilai-nilai agama agar hubungan tetap sehat dan harmonis.

Hindari sikap egois dan utamakan saling memahami kondisi pasangan.

FAQ

APAKAH HUBUNGAN SUAMI ISTRI WAJIB DALAM PERNIKAHAN?

Ya, dalam batas yang wajar dan tanpa paksaan, karena merupakan hak kedua pasangan.

APAKAH HANYA SUAMI YANG MEMILIKI HAK?

Tidak. Istri juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kepuasan dalam hubungan tersebut.

APAKAH MENAHAN HUBUNGAN BISA BERDAMPAK?

Bisa, baik secara emosional maupun fisik jika berlangsung lama tanpa alasan yang jelas.

KESIMPULAN

Persetubuhan dalam pernikahan bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dari tujuan pernikahan itu sendiri. Namun, ia bukan satu-satunya tujuan, melainkan bagian dari sistem yang saling melengkapi antara cinta, tanggung jawab, dan ibadah. Ketika dijalankan dengan benar, hubungan ini justru menjadi kunci keharmonisan rumah tangga.


Gray Box Text
Paranormal Terbaik Indonesia

TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?


Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.

PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001

PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098

Related posts

Sex Education: 8 TIPS MENJAGA GAIRAH DI RANJANG

KyaiPamungkas

TAHI LALAT DAN RAHASIA PRIBADI PEMILIKNYA

KyaiPamungkas

Sudah Tidak Perawan? Fakta Medis & Psikologis yang Perlu Dipahami Remaja

KyaiPamungkas
error: Content is protected !!