BAGAIMANA PANDANGAN ISLAM TERHADAP INSTING SEKSUAL?
Rubrik konsultasi problem asmara, rumah tangga, kesehatan fisik, dan mental ini diasuh oleh Kyai Pamungkas dan Aby Marnos dari Peguron Sapujagad. Topik ini membahas sesuatu yang sering disalahpahami: insting seksual dalam pandangan Islam, apakah ditekan, dilarang, atau justru diarahkan.
PERTANYAAN
Bagaimana Islam memandang tentang insting seksual? Ada banyak informasi yang menyebutkan bahwa Islam sangat menentang hal tersebut. Padahal, insting adalah fitrah dalam Islam dan Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah. Lantas, bagaimanakah menyatukan pandangan seperti ini?
JAWABAN
Alhamdulillaah wash shalaatu was salaamu ‘alaa Rasulillaah wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ba’du.
Allah SWT menciptakan manusia agar menjadi khalifah ‘pengelola bumi’ untuk memakmurkannya. Misi kekhalifahan ini tidak akan tercapai, kecuali jika manusia tetap ada di muka bumi ini sehingga kehidupannya bisa terus berlangsung lalu mereka menjalankan misi membangun dan memakmurkan bumi. Semua ini dijalankan dalam rangka menunaikan hak Allah SWT atas manusia (hamba-Nya).
Semua ini dilakukan beriringan dengan ada insting atau keinginan yang memang tertanam dalam diri manusia, termasuk insting mencari makan agar ia kenyang dan tetap hidup, serta insting seksual yang merupakan dorongan kuat dari dalam diri seseorang dan menuntut untuk dipenuhi dan dipuaskan.
Bisa saja, insting seksual dipuaskan tanpa aturan—di mana saja dan kapan saja—tanpa batas, dan tanpa kendali sebagaimana aliran hedonis yang tidak percaya dengan aturan agama dan tidak mau dikekang oleh nilai-nilai keutamaan. Dalam kondisi seperti ini, manusia dapat merosot derajatnya sampai pada derajat hewan sehingga rusaklah diri, keluarga, sekaligus masyarakatnya.

Sebaliknya, mematikan insting seksual sebagaimana yang dipraktikkan oleh orang-orang yang menjalani keyakinan hidup “sengsara”, yakni seperti golongan yang mengharamkan kenikmatan duniawi, kehidupan para pendeta, dan semacamnya, mereka memutuskan sama sekali insting seksual, menggebiri sekaligus menolak hikmah dari anugerah tersebut.
Insting ini harus dikendalikan dan disalurkan sesuai batasan yang berlaku. Tidak dilepas tanpa kendali dan tidak dimatikan. Inilah yang diajarkan dalam agama samawi yang mengharamkan perzinaan lalu mensyari’atkan pernikahan. Islam mengakui insting seksual dan memudahkan penyalurannya secara halal.
Inilah prinsip pertengahan yang sangat baik. Tanpa aturan ini, tidak akan ada keluarga, tidak ada masyarakat yang sehat, dan manusia akan kehilangan arah menuju kebaikan. Wallahu a’lam.
ANALISIS
Kesalahan utama adalah menganggap Islam menolak insting seksual, padahal yang ditolak adalah penyimpangannya. Islam justru mengakui insting ini sebagai fitrah, tetapi memberikan batasan agar manusia tetap bermartabat.
SOLUSI
Memahami insting sebagai fitrah, bukan musuh.
Mengendalikan dengan nilai agama.
Menjauhi pemicu berlebihan.
Menyalurkan melalui pernikahan.
FAQ
APAKAH INSTING SEKSUAL ITU DOSA?
Tidak. Insting adalah fitrah, yang dinilai adalah penyalurannya.
KENAPA HARUS DIATUR?
Agar tidak merusak diri, keluarga, dan masyarakat.
APAKAH HARUS DITEKAN?
Tidak. Yang benar adalah dikendalikan dan diarahkan.
KESIMPULAN
Insting seksual adalah fitrah manusia yang harus diarahkan, bukan dihapus. Dengan pengendalian yang benar, manusia akan tetap seimbang, bermartabat, dan sesuai dengan nilai agama.
TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?
Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.
PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001
PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098
