Konsultasi Kyai Pamungkas: MEMUDARNYA KOMITMEN PERNIKAHAN
Assalamualaikum. Saya gadis berusia 25 tahun dan belum menikah. Saya punya keinginan untuk menikah. Beberapa waktu yang lalu, ada seorang pria muslim, beliau berusia 26 tahun. Kami berkenalan awal tahun 2008, dan akhirnya kami bertemu untuk pertama kalinya dua bulan kemudian.
Sejak itu, kami semakin dekat dan intens berkomunikasi, baik lewat sms, telepon maupun email.
Pada saat bertemu pertama kalinya, dia mengajak saya menikah. Namun, saya tidak tahu apa yang terjadi ketika diawal Maret, sikapnya jadi berubah. Bahkan dia mengatakan tidak bisa memasang target menikah, karena beberapa hal. Diantaranya mau membantu biaya kuliah adiknya dulu. Untuk hal itu, saya pernah mengatakan bahwa akan tersanjung bila dia juga mengizinkan saya ikut membantu kuliah adiknya. Insya Allah, pernikahan tidak akan mengganggu hal tersebut, karena setelah menikah, adik dan keluarganya akan menjadi adik dan keluarga saya juga.
Saya juga menjelaskan bahwa kalau target tidak dipasang, kita nanti akan jadi seperti orang pacaran saja. Tapi dia tetap tidak mau memasang target itu.
Beberapa hari kemudian, kami resmi tidak punya komitmen lagi ke arah pernikahan, kami menjadi sebatas teman biasa, bukan lagi calon suami istri. Saat itu, perasaan hancur sekali, saat saya sudah mulai menyayanginya, tiba-tiba dia menghilang. Walau hati terluka tapi saya hanya bisa pasrah karena memang tidak bisa memaksa seseorang yang sudah tidak mau bersama lagi. Bagaimana harusnya saya bersikap? Karena saat ini saya masih merasa sedih dan selalu teringat akan janjinya. Bagaimana saya harus menghilangkan perasaan patah hati ini? (Ardianti – Kuningan).
Jawab Kyai Pamungkas:
Waalaikumsalam. Saya salut dan menghargai komitmen Anda pada proses hubungan suci dan luhur itu. Ketika mengajak Anda menikah, saat itu, mungkin dia masih belum matang pengalamannya. Setelah terlanjur mengucapkan dan mengenal Anda lebih jauh, mungkin banyak perbedaan yang dirasakannya. Sikap terus terangnya perlu dihargai, dan nampak dia belum siap dengan figur Anda. Padahal, bekal yang penting sebelum berumah tangga adalah kesiapan diri. Kesiapan menerima pasangannya meskipun ada jurang perbedaan. Kesamaan visi dapat menyatukan perbedaan itu, namun jika visi hidup belum sama, maka, bakal memunculkan permasalahan-permasalahan yang beruntun dikemudian hari. Bersyukurlah atas semua keterus-terangan dan kejujurannya. Mungkin dia bukan jodoh Anda. Yakinlah bahwa hidup akan terus berputar, dan perasaan Anda akan dapat tenang dengan mengoptimalkan sumber daya iman yang Anda punyai selama ini.
Rekomendasi kami apa?
1. MOVEON, LUPAKAN, IKHLASKAN. Cari lelaki lain, cari cinta yang baru. Meski ini mudah diucapkan namun sulit dijalankan. Tutup lembaran buku Anda, mulailah lagi dengan buku lain yang tak kalah indahnya, bahkan lebih indah lagi. Bila Anda rasa belum mampu tanpa dia, solusi selanjutnya adalah…
2. DAPATKAN HATI DAN FISIKNYA, KUNCI CINTANYA.
Lewat dunia nyata dekati dia, ajak komunikasi, tunjukkan seberapa besar cinta Anda, seberapa serius niat Anda membentuk masadepan dengannya. Selain pendekatan secara langsung/fisik, kita bisa support dengan ritual keilmuan PENAHLUK CINTA (Ilmu pengasihan, Pelet, Gendam, Sangkal Jodoh, Puter Giling, dll). Detail hal di atas bisa kita bahas lewat WhatsApp 0857-4646-8080 & 0812-1314-5001.
Demikian Sdri Ardiani, teriring doa pada Anda tetap tegar dan optimis pada masa depan. Aamiin. Salam hangat. ©️KyaiPamungkas.
TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?
Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.
PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001
PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098
